Membandingkan Puisi Diafan dan Puisi Prismatis 8







Identitas
Nama Guru                  : Lilik Isminingsih
Mapel yang diampu    : Bahasa Indoesia
Hari/tanggal                : Kamis, 16 April 2026
Kelas                            : 8D
Materi Pembelajaran : Puisi

TP
Peserta didik dapat membandingkan puisi Diafan (lugas) dan puisi Prismatis (bermakna ganda/kiasan).


Materi Pembelajaran
Pengertian Puisi 
puisi adalah ungkapan pikiran dan perasaan penyair yang dituangkan dengan menggunakan bahasa yang indah serta mengandung makna mendalam.

Puisi Diafan bearti jernih atau bening. Jadi puisi diafan bearti puisi yang isinya mudah dipahami. Puisi diafan sering disebut puisi Polos. 


Contoh Puisi.
Puisi "Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang" karya Maya Lestari GF menggambarkan perasaan menunggu, kekecewaan, dan kerenggangan hubungan, ditandai dengan kopi dingin dan kantong belanjaan. Puisi ini menyoroti kontras antara kesabaran si "aku" dan ketidakpedulian "kamu", sering menggunakan metafora seperti baling-baling rusak untuk menggambarkan hubungan yang tak lagi sejalan.
Berikut adalah kutipan puisi 
Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang karya Maya Lestari GF:
Pukul sebelas siang kamu datang,
Senyum segan tersampir di wajahmu.
Kantong belanjaan tertenteng di tanganmu.
“Maaf aku terlambat,” ujarmu.
Aku menatap kopiku yang sudah dingin sejak dua jam lalu.
“Tak apa,” jawabku.
Aku dan kopiku adalah karib, kami bersabar layaknya waktu.
(Kutipan dari)
Makna & Unsur Puisi:
  • Tema: Kekecewaan dalam hubungan/cinta, kesabaran yang sia-sia.
  • Majas/Metafora: "Hatiku serupa baling-baling", "Kopiku menunggu segala hal yang sia-sia".
  • Suasana: Sepi, kecewa, melankolis.
Puisi ini menggambarkan situasi di mana si "aku" telah lama menunggu, sementara si "kamu" datang terlambat membawa barang belanjaan (menunjukkan prioritas lain), membuat secangkir kopi menjadi saksi bisu waktu yang terbuang.
Puisi Prismatis.           
Puis Prismatis yang mempunyai makna cukup sulit dipahami.Kalimat mengandung majas dan perlu ditafsirkan agar dapat dipahami pesan2 yang ada didalamnya.
   Puisi "Pada Sebuah Kedai Kopi" karya Maya Lestari Gf bermakna tentang kerenggangan persahabatan a cmkibat perubahan prioritas hidup. Puisi ini menggambarkan perasaan penulis yang terabaikan karena sahabatnya lebih memprioritaskan barang mewah daripada persahabatan mereka, sering digambarkan dalam suasana kedai kopi.
Berikut adalah analisis makna, contoh penggunaan, dan sinonim terkait:
1. Makna Puisi "Pada Sebuah Kedai Kopi"
  • Pergeseran Nilai: Fokus pada bagaimana nilai persahabatan dikalahkan oleh materialisme.
  • Kekecewaan Sahabat: Menggambarkan rasa kesepian dan terasing meskipun berada di dekat sahabat sendiri.
  • Perbedaan Minat: Hubungan dua sahabat yang merenggang karena perbedaan gaya hidup dan minat.
  • Simbolisme Kopi: Kedai kopi menjadi latar tempat pertemuan yang saksi bisu perubahan hubungan tersebut.
2. Contoh Penggunaan/Konteks (Struktur):
  • Larik: Menggambarkan percakapan atau suasana hening di kedai.
  • Diksi/Majas: Menggunakan kata-kata yang menggambarkan kesenjangan sosial/material.
  • Imaji: Memunculkan suasana kedai kopi yang riuh namun terasa sepi secara personal.
3. Sinonim/Tema yang Terkait:
  • Kerenggangan persahabatan
  • Pengabaian/Cuek
  • Materialisme
  • Perubahan prioritas
4. Makna Kedai Kopi secara Umum (Konteks Sosial):
Kedai kopi sering menjadi tempat bertemunya berbagai individu, komunikasi, penulisan karya, atau sekadar menghabiskan waktu, menjadikannya ruang publik yang kaya akan suasana puitis.
Soal Puisi
Cermatilah baik-baik isinya apakah termasuk puisi diafan atau puisi prismatis. 

1. Sahabatku bernama Farid 
    Orangnya jenaka, suka melontarkan            lelucun sepanjang waktu.

2.Sepuluh tahun yang lalu, aku melihatnya     lagi. Tubuhnya seperti daun yang                 dikamar ulat. Keroh sakit,                               Kopong oleh waktu.

3. Hidupku berjalan seperti siput
    Aku ingin berlari.
    Tapi yang kumampu hanya merangkak

4. Aku memiliki kelinci 
    Hadiah ulang menghindari ayahku
    Kupasang pita dilehernya 
    Sebagai tanda ia miliki.




Kesimpulan.


Referensi materi : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia 2021.

Penerbit dan Percetakan 
MEDIATAMA.
Penulis: Yayuk Lestari
               Aqillah Elza Dinasti.



Ikhtisar/rangkuman.                                        Setelah diakhir pembelajaran siswa dapat menerima materi dengan baik, walaupun dua siswa masih blm cukup untuk  menerima, dikarenakan belajar......



                                           



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Pribadi dan Surat Dinas

MENYIMPULKAN ISI IKLAN, SLOGAN ATAU POSTER 8F, 8G

KD. MENELAAH TEKS DISKUSI Kelas 9